Rabu, 16 November 2016

Mantapnya Performa Kerja Karyawan Senior







            Pernahkah anda memperhatikan, bagaimana prestasi dan performa kerja, pada karyawan anda, di masa Senior mereka? Dari sejumlah penelitian yang kami lakukan, berikut ini paparan yang bisa kami susun :
         Denney dan Palmer (1981, dalam Johnson, 2005) mengungkapkan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi masalah secara praktis, meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan mencapai puncaknya pada umur 40 hingga 50 tahun, dan menurun setelah lewat usia 50 tahun. 

          Penelitian Cornelius dan Caspi (1987) menunjukkan hal yang lebih baik lagi yaitu bahwa performa seseorang dalam mengatasi masalah sehari-hari makin meningkat seiring dengan meningkatnya intelegensi sebagai hasil kristalisasi dari pengalaman hidup seseorang, hingga ke usia 70an, dan menurun setelahnya
             
           Penelitian yang dilakukan oleh Marshall & Taylor (dalam Johnson, 2005) yang dilakukan melalui survey secara nasional terhadap manager personalia di Inggris selama tahun 1997, menunjukkan bahwa: 
1. Para pekerja dewasa pertengahan lebih dapat diandalkan daripada pekerja yang lebih muda. 
2. Pekerja dewasa pertengahan juga lebih produktif, dan lebih menjanjikan laba dari investasi. 
    
      Penelitian lain yang dilakukan di Inggris oleh Goldstone dan Jones (2001, dalam Johnson, 2005) menunjukkan bahwa pekerja dewasa pertengahan lebih berpengalaman, stabil dan matang dalam pekerjaan mereka.
            
        Sebuah survey yang dilakukan di Inggris oleh Arrowsmith dan Goldrick (1996b dalam Johnson, 2005), mengungkapkan bahwa para manajer lebih memenuhi persyaratan jabatan dibanding pekerja yang lebih muda. 

      Pekerja dewasa pertengahan juga lebih bisa diandalkan untuk pekerjaan yang menghadapi konsumen yang dalam peran ini dibutuhkan kematangan, kehandalan, dan  kehati-hatian.
    
        Hasil-hasil penelitian diatas menunjukkan hal-hal yang positif pada para pekerja yang berusia diatas 40 tahun. Dan hasil ini menunjukkan potensi dari para pekerja berusia dewasa menengah tersebut. Mereka pun memiliki kematangan dalam memegang posisi yang memiliki tanggung jawab yang tinggi dan berat. 

Marshall dan Taylor (dalam Johnson, 2005) menyimpulkan dari berbagai hasil penelitian yang membahas tentang hubungan antara usia dengan performa kerja. Hasilnya membuktikan bahwa usia tidak mempengaruhi performa kerja, dan hasil positif justru menunjukkan adanya kemungkinan korelasi positif antara usia dengan performa kerja seseorang, 

Studi literatur yang dilakukan oleh Marshall dan Taylor (2005) pada penelitian yang dibuat oleh Ferris dan king (1992), menunjukkan bahwa saat produktivitas diukur secara obyektif, performa seseorang meningkat seiring dengan usia. 

Namun karena beberapa faktor yang terjadi pada masa dewasa pertengahan seperti kondisi kesehatan dan berkurangnya kemampuan kognitif, maka para supervisor dari para pekerja dewasa pertengahan menilai ada hubungan yang negatif antara usia dan performa kerja

Secara khusus, Sternberg dan Grigorenko (dalam Johnson 2005) mengutip data dari Williams, Denney dan Schadler yang menunjukkan pertumbuhan kemampuan praktikal seiring dengan bertambahnya usia, walaupun kemampuan akademisnya menurun

           Untuk itulah, sebenarnya para pekerja berusia menengah keatas, sebenarnya memiliki potensi yang tinggi, dan bila tidak dioptimalkan, justru akan terjadi penurunan sebelum tiba waktunya. Untuk itulah, penting untuk para calon pensiunan untuk memperoleh Pelatihan khusus untuk Para Pekerja Senior, agar bisa tetap berprestasi di usia menengah keatas. 
 
Bila kita memberikan Training pada usia yang tepat, kita akan memperbesar kemungkinan untuk mereka mencapai kesuksesan, di masa bekerja, dan pada masa setelah mereka bekerja. Seperti disimpulkan dari berbagai penelitian tersebut, mengenai betapa tingginya potensi yang sebenarnya dimiliki oleh para pekerja yang berusia di atas 40 tahun tersebut. 
          Dan dengan begitu juga memberikan motivasi pada para pekerja yang lebih muda, untuk bekerja dengan loyal dan optimal. Dengan sendirinya, bila performa kerja meningkat, maka target yang ditetapkan oleh perusahaan bisa dicapai dengan baik. Ini tentu akan menjadi prestasi yang baik untuk tim HRD yang menangani perusahaan tersebut. 

         Untuk mengetahui lebih lanjut tentang program MPP 40
hubungi : 

021- 2940 – 6969 (ext) 174 dengan Irna (Telemarketing kami)

Atau menghubungi Sales Leader kami : 

Ririn (0822 9915 3339), 

Mario (0812 1236 6028)
atau dengan Sales Manager kami, 

Tyo (0853 5353 0775).




Apakah anda mengalami Psikosomatis?



Mungkinkah para pekerja anda tengah cemas?

          Di tengah masa karir seseorang, yaitu pada masa dewasa pertengahan, ternyata banyak pekerja yang merasakan kecemasan. Padahal, dalam penelitian Gallagher-Thompson D, Steffen A, Thompson LW, et al. dalam  buku “Handbook of Behavioral and Cognitive Therapies with Older Adults”. Springer, (2007)  mengungkapkan bahwa gangguan kecemasan pada  dewasa pertengahan memiliki korelasi dengan :
· Meningkatnya depresi,
· menurunnya kualitas hidup,
· menurunnya kemampuan persepsi fisik
· menurunnya kemampuan mental
· menurunnya vitalitas,
· menyebabkan kemunduran fisik,
· kualitas hidup yang rendah,
· makin mudahnya seseorang terkena penyakit,
· dan makin sering mengunjungi dokter atau rumah sakit, 
yang menimbulkan tingginya biaya yang harus dikeluarkan. Faktor biaya ini sendiri menjadi salah satu penyebab timbulnya kecemasan. 

Secara emosional, Gallagher dan Thompson (dalam Springer, 2007) menyampaikan bahwa, tubuh bereaksi terhadap kecemasan dengan caranya sendiri. Ditemukan bahwa pada dewasa pertengahan, gangguan psikiatri yang terjadi muncul secara bersamaan antara unsur fisik dan emosional. Karena itulah, penting untuk Perusahaan, memberikan Pelatihan MPP 40 untuk menghapus kecemasan yang dirasakan oleh para pekerja dewasa menengah keatas. 


 Depresi menyebabkan orang merasakan berbagai gangguan tubuh


     Contohnya, gejala fisik munculnya depresi bersamaan dengan sakit tertentu. Dan ada gejala fisik yang bersamaan muncul dengan depresi itu yaitu berkurangnya tidur, gangguan konsentrasi, gangguan atensi, gangguan mengingat, dan sikap agitasi (menyerang). 
     
    Dan ada juga gangguan kecemasan yang timbul bersama dengan masalah medis termasuk diantaranya sakit dada dan sakit perut, sakit kepala, dan nafas menjadi pendek.
     
     Apabila kita mengalami gejala seperti yang disebut diatas, bisa jadi kita tidak benar-benar sakit, tapi hanya gangguan kecemasan saja atau yang berhubungan dengan psikosomatis (penyakit yang timbul karena sebab psikologis), dan penyakit psikosomatis tidak bisa dideteksi secara medis, tapi bisa dirasakan.





    Bila kita mengalami psikosomatis, obat-obatan dari dokter tidak akan membantu, karena tidak mengobati langsung pada masalahnya. Yang harus dilakukan adalah mencari kawan untuk curhat, konsultasi pada pemuka agama, atau konseling dengan psikolog atau psikoterapis, yang bisa membantu anda.

     Selain itu, pendekatan spiritual bisa membantu mengatasi psikosomatis dan memberikan ketenangan pada mereka yang cemas.  Secara lengkap, ESQ memberikan pendekatan yang menyeluruh yang meliputi unsur spiritual, medis, psikologi, finansial dan bisnis, sebagai bekal yang lengkap dalam sebuah paket Pelatihan untuk Para Pekerja Senior. Pelatihan ini berfungsi untuk meredakan kecemasan pekerja, dan memberikan bekal lengkap untuk kehidupan mereka, dalam berbagai aspek.

   Untuk jelasnya, anda bisa mengunjungi : 
     website resmi ESQ MPP di http://esqmpp.com 
     atau mengirimkan email ke : esqmpp@gmail.com 
    untuk request InHouse Training atau mendaftar di Public Training ESQ MPP. 

     Main office kami terletak di : 
    Menara 165 Lantai 24, Jl. TB. Simatupang Kav. 1, Cilandak Jakarta Selatan. 
   Telp :  +62 (21)788-48-165. 
   
   Atau bisa telpon atau sms ke :
   Sales Leader kami, 
   Tio di : 0853 5353 0775 atau 
   Mario di : 0878-0923-2315. atau ke 
   Ririn di : 0822-9915-3339.




Mengapa Pekerja Senior Cemas?






            Telah banyak diketahui bahwa para pekerja senior mengalami saat-saat yang penuh kecemasan. Bagaimana pendapat para ahli mengenai hal ini? 

            Seorang ahli Psikologi, Angela Stinson dari Strayer University, menyampaikan dalam sebuah Jurnal, bahwa saat bekerja, banyak orang yang berhadapan dengan kecemasan dari waktu ke waktu dalam keseharian mereka. Banyak juga orang-orang yang merasakan kecemasan dalam kurun waktu yang lama, namun tidak menyadarinya sampai performa kerjanya menjadi terganggu. 




            Mereka yang menderita kecemasan bisa jadi terlihat bisa bekerja secara normal, karena itulah  kecemasan dan stress menjadi tidak bisa dideteksi dan tidak tertangani dengan baik. Orang-orang dengan kecemasan yang tinggi bisa terus melakukan rutinitas mereka dan tidak menyadari efek jangka panjang dari kondisi yang mereka rasakan dan pengaruhnya pada kesehatan dan produktivitas kerjanya.

            Karena itulah, ESQ mempersiapkan sesi khusus Wisdom Living, dalam Training untuk Pekerja Senior. Sesi Wisdom Living ini diberikan untuk memastikan setiap peserta mendapatkan arahan dalam hidupnya kembali. Sesi Wisdom Living ini juga terbukti membuat peserta menurun kecemasannya, dan bahkan mereka merasakan semangat hidup kembali. Mereka kemudian menjadi bersemangat untuk melakukan aktivitas bermakna setelah mereka pensiun.

Di dalam Training ini kita diajak untuk melewati spiritual journey dimana kita melihat betapa tidak terbatasnya kuasa Tuhan Yang Maha Dahsyat. Dan di dalam training tersebut kita didorong untuk menemukan tujuan hidup yang besar, agar tumbuh harapan hidup dan optimisme untuk menghadapi kehidupan, dan menumbuhkan keyakinan dan kekuatan yang membuat kita bisa mencapai cita-cita yang kita inginkan, tanpa melihat batasan usia. 

Hal ini sejalan dengan temuan dari Jaffe (2007, dalam Stinson, 2010), yang mengatakan bahwa sebagai hasil dari kecemasan yang seseorang rasakan, akan : 
- menurunkan kemampuan seseorang untuk berpikir dengan benar, 
- tidak bisa berfungsi secara efektif, dan 
- membuat seseorang menjadi cacat, secara fisik dan emosional. 


Marshall dan Taylor (2008) menyampaikan bahwa dalam perumusan kebijakan yang berkaitan dengan tenaga kerja senior, diperlukan suatu pelatihan khusus agar mereka bisa menyiapkan proses pensiunnya dan mulai memiliki pendapatan bisa menutupi kebutuhan mereka setelah pensiun nantinya. 

Syarat bagi program pelatihan yang diharapkan bisa didapatkan oleh para pekerja senior adalah program yang : 

1. Bisa meningkatkan skill, motivasi, dan mobilitas dari pekerja senior
2. Memberikan good practice yang mendukung dan diperlukan untuk pembelajaran sepanjang hayat
         




Sehubungan dengan teori diatas, kami dari ESQ MPP mengaplikasikannya dengan bantuan sejumlah tenaga ahli yang telah merancang agar di dalam pelatihan yang kami lakukan, kebutuhan para pekerja senior bisa tercukupi.

       Mengapa ESQ MPP memiliki kepuasan peserta yang sangat tinggi adalah karena dalam Training ESQ MPP Premium, kami memberikan pembekalan materi dengan cara pelatihan yang sangat profesional, dalam bidang : 

·         Leverage Mindset
·         Financial Quotient
·         Wisdom Living
·         Healthy Session
·         Psychology Session

Sebagai salah satu provider yang bergerak untuk menjadi Provider Training nomor 1 di Indonesia, kami terus melakukan terobosan dalam berbagai bidang. Untuk keterangan lebih lengkap mengenai Training Masa Persiapan Pensiun dari ESQ, mohon untuk mengunjungi : www.esqmpp.com atau kirim email ke : esqmpp@gmail.com