Pernahkah anda memperhatikan,
bagaimana prestasi dan performa kerja, pada karyawan anda, di masa Senior mereka? Dari sejumlah penelitian yang kami lakukan, berikut ini paparan
yang bisa kami susun :
Denney dan Palmer (1981, dalam
Johnson, 2005) mengungkapkan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi masalah
secara praktis, meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan mencapai
puncaknya pada umur 40 hingga 50 tahun, dan menurun setelah lewat usia 50
tahun.
Penelitian Cornelius dan Caspi (1987) menunjukkan hal yang lebih baik
lagi yaitu bahwa performa seseorang dalam mengatasi masalah sehari-hari makin
meningkat seiring dengan meningkatnya intelegensi sebagai hasil kristalisasi
dari pengalaman hidup seseorang, hingga ke usia 70an, dan menurun setelahnya
Penelitian yang dilakukan oleh
Marshall & Taylor (dalam Johnson, 2005) yang dilakukan melalui survey
secara nasional terhadap manager personalia di Inggris selama tahun 1997,
menunjukkan bahwa:
1. Para pekerja dewasa pertengahan lebih dapat diandalkan
daripada pekerja yang lebih muda.
2. Pekerja dewasa pertengahan juga lebih
produktif, dan lebih menjanjikan laba dari investasi.
Penelitian lain yang
dilakukan di Inggris oleh Goldstone dan Jones (2001, dalam Johnson, 2005)
menunjukkan bahwa pekerja dewasa pertengahan lebih berpengalaman, stabil dan
matang dalam pekerjaan mereka.
Sebuah survey yang dilakukan di
Inggris oleh Arrowsmith dan Goldrick (1996b dalam Johnson, 2005), mengungkapkan
bahwa para manajer lebih memenuhi persyaratan jabatan dibanding pekerja yang
lebih muda.
Pekerja dewasa pertengahan juga lebih bisa diandalkan untuk
pekerjaan yang menghadapi konsumen yang dalam peran ini dibutuhkan kematangan,
kehandalan, dan kehati-hatian.
Hasil-hasil penelitian diatas
menunjukkan hal-hal yang positif pada para pekerja yang berusia diatas 40
tahun. Dan hasil ini menunjukkan potensi dari para pekerja berusia dewasa
menengah tersebut. Mereka pun memiliki kematangan dalam memegang posisi yang
memiliki tanggung jawab yang tinggi dan berat.
Marshall dan Taylor (dalam Johnson, 2005) menyimpulkan dari berbagai
hasil penelitian yang membahas tentang hubungan antara usia dengan performa
kerja. Hasilnya membuktikan bahwa usia tidak mempengaruhi performa kerja, dan
hasil positif justru menunjukkan adanya kemungkinan korelasi positif antara
usia dengan performa kerja seseorang,
Studi literatur yang dilakukan oleh Marshall dan Taylor (2005) pada
penelitian yang dibuat oleh Ferris dan king (1992), menunjukkan bahwa saat
produktivitas diukur secara obyektif, performa seseorang meningkat seiring
dengan usia.
Namun karena beberapa faktor yang terjadi pada masa dewasa
pertengahan seperti kondisi kesehatan dan berkurangnya kemampuan kognitif, maka
para supervisor dari para pekerja dewasa pertengahan menilai ada hubungan yang
negatif antara usia dan performa kerja.
Secara khusus, Sternberg dan Grigorenko (dalam Johnson 2005) mengutip
data dari Williams, Denney dan Schadler yang menunjukkan pertumbuhan kemampuan
praktikal seiring dengan bertambahnya usia, walaupun kemampuan akademisnya
menurun
Bila kita memberikan Training pada usia yang tepat,
kita akan memperbesar kemungkinan untuk mereka mencapai kesuksesan, di masa bekerja, dan pada masa setelah mereka bekerja. Seperti disimpulkan dari berbagai penelitian tersebut,
mengenai betapa tingginya potensi yang sebenarnya dimiliki oleh para pekerja
yang berusia di atas 40 tahun tersebut.
Dan dengan begitu juga memberikan motivasi pada para
pekerja yang lebih muda, untuk bekerja dengan loyal dan optimal. Dengan
sendirinya, bila performa kerja meningkat, maka target yang ditetapkan oleh
perusahaan bisa dicapai dengan baik. Ini tentu akan menjadi prestasi yang baik
untuk tim HRD yang menangani perusahaan tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang program MPP 40 ,
hubungi :
021- 2940 – 6969 (ext) 174 dengan Irna (Telemarketing kami)
Atau menghubungi Sales Leader kami :
Ririn (0822 9915 3339),
Mario (0812 1236 6028)
atau dengan Sales Manager kami,
Tyo (0853 5353 0775).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar