Rabu, 16 November 2016

Mengapa Perlu Berprestasi di Usia Matang?




Kebanyakan orang yang telah bekerja selama puluhan tahun, terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang sama dan berulang. Hal ini menyebabkan mindset kita cenderung menjadi kaku, terkurung oleh kebiasaan-kebiasaan lama, dan cara berpikir lama, membuat kita lupa bahwa diluar kantor kita, dunia terus bertumbuh dan berubah. 

Pekerjaan kita pun bukan untuk selamanya. Ada saatnya rentang kerja kita selesai, kita harus mengalami masa purna karya. Kami menghindari kata pensiun karena kata tersebut memiliki gambaran yang kurang mengenakkan bagi banyak orang. Bila kita bisa membuat diri kita tetap aktif, pensiun seyogyanya hanyalah peralihan bidang kerja. 

Untuk mempersiapkan masa pensiun ini, ada pilihan ratusan waralaba yang bisa kita pilih, bila kita ingin berbisnis dan memperoleh penghasilan yang besar. Atau bisa juga kita menikmati uang pensiun, dan mengurus cucu atau menikmati hal lainnya. Para purna karya bisa melakukan apapun yang diinginkan, karena adanya waktu luang yang tidak terbatas, dan penghalangnya mungkin hanya kondisi fisik saja. 

Yang sekarang jadi pertanyaan adalah, bagaimana menemukan waralaba yang sesuai dengan minat kita? sebagai pekerja kantoran, yang belasan hingga puluhan tahun berada di belakang meja, mungkin tidak terpikir untuk memiliki usaha, dan banyak yang tidak tahu cara mengelola usaha. 

Untuk itu, ESQ MPP membuat kreasi program Leverage Mindset, dimana kami bukan hanya membagikan pengalaman dari para praktisi usaha, tapi juga mengubah mindset yang dimiliki oleh tiap individu, agar masa pensiun bisa dijalani dengan gemilang, dengan penuh keberhasilan. Karena secara global, banyak pengusaha kelas dunia, yang baru meraih keberhasilan di usia diatas 50 tahun. Mungkin saja kita diantaranya. Yang terpenting adalah; jangan biarkan api sumber cahaya hidup di dalam hati kita padam atau redup. Seperti yang disampaikan oleh Bapak DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, yang terjadi saat kita purna karya hanyalah perpindahan api cahaya hidup kita itu saja, dari yang semula beribadah pada Allah SWT dengan bekerja di perusahaan orang lain, menjadi api cahaya yang lebih besar, dengan memulai usaha mandiri, yang bisa dikembangkan oleh diri kita sendiri. 

Bagaimana sebenarnya ilmu Psikologi memandang hal ini? Dalam Teori dari David Mc Clelland (1961), setiap manusia memiliki 3 jenis kebutuhan utama di dalam dirinya yang menggerakkan usahanya untuk mencapai suatu tujuan, yaitu :
-          Need for Power (N-Pow) ; kebutuhan untuk Berkuasa
-          Need for Achievement (N-Ach) : kebutuhan untuk Berprestasi
-          Need for Affiliation (N-Aff) : kebutuhan akan Sosialisasi dengan lingkungan



Menurut Dr. Teuku Noerman yang mengasuh website www.teukunoerman.com, HC Director ESQ Group, dalam materi kuliah kewirausahaan yang biasa diberikannya untuk Mahasiswa di sebuah Universitas Besar di Jakarta, yang perlu ditekankan untuk mengembangkan kewirausahaan adalah mengembangkan N-Ach, atau Need for Achievement (Kebutuhan untuk Berprestasi). 

Dengan mengembangkan motivasi untuk berprestasi itulah, maka bidang usaha yang kita pegang, akan menjadi sukses, karena api cahaya semangat hidupnya, berasal dari dalam diri kita sendiri. Sukses tidaknya bisnis kita, diri kitalah yang menentukan. Kita akan bergerak mencapai tujuan, bukan karena orang lain, tapi karena diri kita sendiri yang terus bersemangat untuk belajar, untuk mengejar prestasi tinggi, di berbagai bidang kehidupan. 

Orang yang memiliki kebutuhan berprestasi yang tinggi, akan selalu bersemangat untuk mencapai tujuan, tanpa perlu disuruh oleh orang lain. Ia akan mengejar kesuksesan setinggi-tingginya, dengan berbagai cara yang ia bisa. 

Dalam ranah kehidupan, hal ini bisa kita terapkan di dunia usaha yang sedang ingin kita kembangkan. Misalnya bila minat kita ada di bidang keuangan, kita bisa mengembangkan tabungan pensiun kita, di bidang investasi surat berharga, atau membuka usaha penukaran valuta asing. Bila minat kita ada di bidang yang berkaitan dengan kemewahan, kita bisa melakukan investasi di bidang emas, perak, dan logam mulia lainnya. 

Bila minat kita di bidang pendidikan, kita bisa membuka usaha kursus, seperti kumon untuk anak-anak, atau membuka kursus bahasa inggris. Bila minat kita di bidang administrasi, kita bisa membuka kantor pos kecil di rumah kita, yang sekaligus meliputi penjualan token listrik, air, telepon, dan tiket perjalanan (pesawat dan kereta). 

Bila minat kita di bidang fashion, kita bisa bergabung dengan waralaba fashion yang sesuai dengan keinginan kita. Bila ingin membuka usaha yang tidak jauh dari rumah, kita juga bisa membuka bisnis laundry. Bila minat kita di bidang kuliner, kita bisa mencoba usaha sop duren, pecel madiun, atau asinan betawi. Bila minat kita di bidang properti dan memiliki modal besar, kita bisa membeli tanah, rumah, apartemen, kost, untuk disewakan atau direnovasi dan kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Jenis usaha yang kita ambil, bisa dalam bentuk franchise, dengan membeli merk dan mendapatkan bimbingan usaha. Atau bisa juga dengan membuat merk dagang sendiri, dengan membuat bidang usaha baru yang belum ada di pasaran, sama seperti yang dilakukan oleh Harland Sanders (pendiri KFC) atau Ray Kroc (pembuat waralaba Mc Donalds), di usia mereka di atas 50 tahun

Jalan menuju sukses bisa dari pintu usaha mana saja, yang terpenting adalah untuk mengembangkan kebutuhan kita akan prestasi, yang akan mendorong kita untuk terus semangat mengejar tujuan.
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar