Kebanyakan orang yang telah bekerja selama puluhan tahun,
terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang sama dan berulang. Hal ini menyebabkan
mindset kita cenderung menjadi kaku, terkurung oleh kebiasaan-kebiasaan lama,
dan cara berpikir lama, membuat kita lupa bahwa diluar kantor kita, dunia terus
bertumbuh dan berubah.
Pekerjaan kita pun bukan untuk selamanya. Ada saatnya rentang
kerja kita selesai, kita harus mengalami masa purna karya. Kami menghindari
kata pensiun karena kata tersebut memiliki gambaran yang kurang mengenakkan
bagi banyak orang. Bila kita bisa membuat diri kita tetap aktif, pensiun
seyogyanya hanyalah peralihan bidang kerja.
Untuk mempersiapkan masa pensiun ini, ada pilihan ratusan
waralaba yang bisa kita pilih, bila kita ingin berbisnis dan memperoleh
penghasilan yang besar. Atau bisa juga kita menikmati uang pensiun, dan
mengurus cucu atau menikmati hal lainnya. Para purna karya bisa melakukan
apapun yang diinginkan, karena adanya waktu luang yang tidak terbatas, dan
penghalangnya mungkin hanya kondisi fisik saja.
Yang sekarang jadi pertanyaan adalah, bagaimana menemukan
waralaba yang sesuai dengan minat kita? sebagai pekerja kantoran, yang belasan
hingga puluhan tahun berada di belakang meja, mungkin tidak terpikir untuk
memiliki usaha, dan banyak yang tidak tahu cara mengelola usaha.
Untuk itu, ESQ MPP membuat kreasi program Leverage
Mindset, dimana kami bukan hanya membagikan pengalaman dari para
praktisi usaha, tapi juga mengubah mindset yang dimiliki oleh tiap individu,
agar masa pensiun bisa dijalani dengan gemilang, dengan penuh keberhasilan.
Karena secara global, banyak pengusaha kelas dunia, yang baru meraih
keberhasilan di usia diatas 50 tahun. Mungkin saja kita diantaranya. Yang
terpenting adalah; jangan biarkan api sumber cahaya hidup di dalam hati kita
padam atau redup. Seperti yang disampaikan oleh Bapak DR (HC) Ary Ginanjar
Agustian, yang terjadi saat kita purna karya hanyalah perpindahan api cahaya
hidup kita itu saja, dari yang semula beribadah pada Allah SWT dengan bekerja di
perusahaan orang lain, menjadi api cahaya yang lebih besar, dengan memulai
usaha mandiri, yang bisa dikembangkan oleh diri kita sendiri.
Bagaimana sebenarnya ilmu Psikologi memandang hal ini? Dalam
Teori dari David Mc Clelland (1961), setiap manusia memiliki 3 jenis
kebutuhan utama di dalam dirinya yang menggerakkan usahanya untuk mencapai
suatu tujuan, yaitu :
-
Need for
Power (N-Pow) ; kebutuhan untuk Berkuasa
-
Need for Achievement (N-Ach) : kebutuhan
untuk Berprestasi
-
Need for
Affiliation (N-Aff) : kebutuhan akan Sosialisasi dengan lingkungan
Menurut Dr. Teuku
Noerman yang mengasuh website www.teukunoerman.com, HC Director ESQ Group, dalam materi kuliah kewirausahaan yang
biasa diberikannya untuk Mahasiswa di sebuah Universitas Besar di Jakarta, yang
perlu ditekankan untuk mengembangkan kewirausahaan adalah mengembangkan N-Ach,
atau Need for Achievement (Kebutuhan untuk Berprestasi).
Dengan mengembangkan motivasi untuk berprestasi itulah, maka
bidang usaha yang kita pegang, akan menjadi sukses, karena api cahaya semangat
hidupnya, berasal dari dalam diri kita sendiri. Sukses tidaknya bisnis kita,
diri kitalah yang menentukan. Kita akan bergerak mencapai tujuan, bukan karena
orang lain, tapi karena diri kita sendiri yang terus bersemangat untuk belajar,
untuk mengejar prestasi tinggi, di berbagai bidang kehidupan.
Orang yang memiliki kebutuhan berprestasi yang tinggi, akan
selalu bersemangat untuk mencapai tujuan, tanpa perlu disuruh oleh orang lain.
Ia akan mengejar kesuksesan setinggi-tingginya, dengan berbagai cara yang ia
bisa.
Dalam ranah kehidupan, hal ini bisa kita terapkan di dunia usaha yang
sedang ingin kita kembangkan. Misalnya bila minat kita ada di bidang keuangan,
kita bisa mengembangkan tabungan pensiun kita, di bidang investasi surat
berharga, atau membuka usaha penukaran valuta asing. Bila minat kita ada di
bidang yang berkaitan dengan kemewahan, kita bisa melakukan investasi di bidang
emas, perak, dan logam mulia lainnya.
Bila minat kita di bidang pendidikan, kita bisa membuka usaha
kursus, seperti kumon untuk anak-anak, atau membuka kursus bahasa inggris. Bila
minat kita di bidang administrasi, kita bisa membuka kantor pos kecil di rumah
kita, yang sekaligus meliputi penjualan token listrik, air, telepon, dan tiket
perjalanan (pesawat dan kereta).
Bila minat kita di bidang fashion, kita bisa
bergabung dengan waralaba fashion yang sesuai dengan keinginan kita. Bila ingin
membuka usaha yang tidak jauh dari rumah, kita juga bisa membuka bisnis laundry.
Bila minat kita di bidang kuliner, kita bisa mencoba usaha sop duren, pecel
madiun, atau asinan betawi. Bila minat kita di bidang properti dan memiliki
modal besar, kita bisa membeli tanah, rumah, apartemen, kost, untuk disewakan
atau direnovasi dan kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.
Jenis usaha yang kita ambil, bisa dalam bentuk franchise,
dengan membeli merk dan mendapatkan bimbingan usaha. Atau bisa juga dengan
membuat merk dagang sendiri, dengan membuat bidang usaha baru yang belum ada di
pasaran, sama seperti yang dilakukan oleh Harland
Sanders (pendiri KFC) atau Ray Kroc
(pembuat waralaba Mc Donalds), di usia mereka di atas 50 tahun.
Jalan menuju sukses bisa dari pintu usaha mana saja, yang
terpenting adalah untuk mengembangkan kebutuhan kita akan prestasi, yang akan
mendorong kita untuk terus semangat mengejar tujuan.


