Jumat, 20 Januari 2017

Ingin tahu keadaan karyawan anda menjelang pensiun? Sertakan mereka dalam ARS Test dari ESQ MPP




Banyak perusahaan yang menyangka, karyawannya baik-baik saja, dan memiliki persiapan yang baik dalam menghadapi pensiun. Namun sayangnya, asumsi tersebut seringkali kurang tepat. Pada kenyataannya, melalui penelitian yang melibatkan seribu lebih calon pensiunan dari berbagai perusahaan, kami menemukan bahwa banyak sekali calon pensiunan yang berada pada tahap Kurang Siap untuk Pensiun.

Temuan ini seharusnya menyalakan lampu waspada di dalam pikiran para pimpinan HRD di perusahaan. Bahwa karyawan yang akan mereka lepas dalam program Pensiun, ternyata masih belum siap. Bahkan bisa jadi masih memiliki tingkat kecemasan yang tinggi.


Untuk keterangan lengkap mengenai ARS Test, kunjungi esqmpp.com, hubungi kami di 0856-9311-9026 (Gina, R&D ESQ MPP), atau email ke esqmpp@gmail.com

Kamis, 19 Januari 2017

Pensiun sebagai Fase Karir Tersulit



Prof. Dr. John W Newstrom dan Keith Davis, menyimpulkan bahwa Masa Pensiun dianggap sebagai yang tersulit dibanding fase lain dalam karir. Untuk itu, diperlukan persiapan untuk menghadapi kondisi baru setelah pensiun.

Newstrom adalah seorang ahli dalam Psikologi Perilaku Organisasi (Organizational Behavior). Ia mengajar di Labovitzh School of Bussiness and Economy. Ia banyak menulis buku, diantaranya buku berjudul Organizational Behavior : Human Behavior at Work.

Apa yang dikemukakan oleh Prof Newstrom, bisa menjadi masukan yang berharga bagi tiap orang yang sedang berada di perjalanan karirnya. Untuk kita, dan untuk siapa saja, agar bisa mempersiapkan diri untuk masa pensiun, semuda mungkin.

Pada masa pensiun, kita akan banyak memiliki waktu luang. Hanya saja, pendapatan akan jauh berkurang dibanding masa sebelumnya. Hal ini karena kita tidak lagi menerima gaji. Namun, bila kita sudah mempersiapkan diri dengan lebih baik, maka hasilnya pun akan bisa kita petik pada masa pensiun nanti, atau bahkan sebelumnya.

Cara untuk mempersiapkan diri menghadapi pensiun, bisa dengan berwirausaha rendah resiko, atau dengan investasi rendah resiko. Mengapa penting untuk mengambil pilihan dengan resiko yang rendah? Hal ini tentu saja karena kita masih belajar. Di saat-saat awal kita belajar berwirausaha atau berinvestasi, hindarkan diri dari mengambil resiko tinggi. Karena investasi atau wirausaha beresiko tinggi akan menyebabkan kita kehilangan dana kita, dalam jumlah yang banyak.

Mengapa persiapan pensiun penting untuk dilakukan sejak mula mungkin? Hal ini karena, diperlukan fase belajar untuk bisa menguasai keterampilan wirausaha, dan untuk memiliki keterampilan investasi. Bila kita mulai sejak sekarang, kita akan sudah mencapai taraf ahli, pada saatnya nanti kita sampai di usia pensiun, sehingga kita tidak perlu khawatir lagi dalam menghadapi fase karir tersulit itu nantinya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai masa persiapan pensiun yang bisa anda lakukan, kunjungi website kami di : esqmpp.com hubungi kami di : esqmpp@gmail.com atau via telepon ke 0856-9311-9026 (gina). 

Untuk langsung mengikuti Training Publik kami yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Januari 2017, amankan kursi anda saat ini juga. Hubungi kami sekarang ya..!

Rabu, 18 Januari 2017

Diskusi Wirausaha : Sukses dengan Minim Modal dan Rendah Resiko



Berbagai cara untuk memperoleh pemasukan keuangan baru setelah lepas pensiun pun mendapatkan porsi yang besar dalam training kami, namun tetap dengan memegang teguh prinsip ESQ (Emotional dan Spiritual Quotient).

Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan Leverage Mindset (disingkat LM), sebuah cara yang ditemukan ESQ dan dilatihkan ke dalam ruang training – ruang training kami.

Dalam sesi Leverage Mindset, kami menghadirkan para praktisi bisnis, dan para ahli dalam hal wirausaha dan keuangan. Melalui materi Leverage Mindset ini, mereka yang anti wirausaha-pun ditumbuhkan minatnya, bahwa wirausaha bisa berjalan dengan banyak jalan yang baik, yang sesuai dengan nilai-nilai (values) tiap peserta, dan rendah resiko.

Program Pengembangan Kewirausahaan atau Leverage Mindset (LM) ini dikembangkan oleh para ahli wirausaha yang terkemuka di Indonesia, yang telah memiliki peran sebagai pimpinan institusi keuangan nasional, atau dari para wirausahawan tingkat nasional yang telah memiliki minimal puluhan cabang usaha.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai masa persiapan pensiun yang bisa anda lakukan, kunjungi website kami di : esqmpp.com hubungi kami di : esqmpp@gmail.com atau via telepon ke 0856-9311-9026 (gina). 

Untuk langsung mengikuti Training Publik kami yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Januari 2017, amankan kursi anda saat ini juga. Hubungi kami sekarang ya..!


www.esqmpp.com

Selasa, 17 Januari 2017

Training ESQ MPP sesi Pengukuran Values





Pengukuran Values dilakukan untuk dapat mengetahui nilai yang dipilih oleh seseorang. Ada berbagai Values yang diukur, dan bagaimana penerapannya dalam beberapa area kehidupan. Banyak yang bisa didapatkan perusahaan dengan mengetahui Values dari para Karyawannya. 


Diantaranya adalah bisa mengetahui pendekatan psikologis apa yang bisa dilakukan untuk penerapan suatu program perubahan, dan bagaimana me-manage para karyawan tersebut sesuai dengan approach yang bisa dilakukan.


Pada pengelolaan pegawai menjelang masa pensiun, hasil dari pengukuran values ini menjadi suatu hal yang penting, karena perusahaan dapat mengetahui apa yang pegawainya prioritaskan dan apa yang dirasa penting oleh pegawainya menjelang masa pensiunnya. Perusahaan kemudian dapat membuat berbagai program dengan rancangan yang sesuai dengan values para pegawainya tersebut.


Dalam hubungannya dengan masa pensiun yang akan dihadapi oleh para pegawai tersebut, pengukuran values menjadi penting, karena di masa dewasa akhir, setiap orang memiliki kebutuhan untuk mengetahui hal-hal yang sifatnya prinsip, dan membutuhkan informasi yang dapat menjelaskan gambaran dirinya seperti apa.


Pembahasan mengenai hasil pengukuran values pun menjadi salah satu sesi yang dianggap penting oleh peserta. Karena bisa jadi, untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, mereka baru mengetahui values apa yang ia sebenarnya dimiliki. Hasil pengukuran values ini, menjadi bahan masukan untuk peserta dalam hal pengembangan dirinya, dan pengembangan minatnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai masa persiapan pensiun yang bisa anda lakukan, kunjungi website kami di : esqmpp.com hubungi kami di : esqmpp@gmail.com atau via telepon ke 0856-9311-9026 (gina). 

Untuk langsung mengikuti Training Publik kami yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Januari 2017, amankan kursi anda saat ini juga. Hubungi kami sekarang ya..!

Senin, 16 Januari 2017

Kecemasan bisa menimbulkan apa saja?



Menurut Prof David Sue (2010), kecemasan adalah emosi dasar manusia yang menghasilkan reaksi tubuh yang mempersiapkan kita untuk menghadapi atau menghindari suatu masalah. Kecemasan adalah hal yang terjadi sebelum suatu kejadian atau situasi terjadi.


Prof David Sue adalah seorang Professor Emeritus dalam bidang Psikologi di Western Washington University. Disana ia menjabat sebagai direktur untuk Klinik Psikologi Konseling dan untuk Program Konseling Kesehatan Mental. Ia juga seorang associate untuk Pusat Penelitian Lintas Budaya di Western Washington University. David dan istrinya, Diane M. Sue, telah menulis bersama buku Dasar-dasar Konseling dan Psikoterapi : Praktek berbasis fakta untuk Lingkungan yang Beragam. Juga buku-buku lain seperti Memahami Psikologi Abnormal (diterbitkan 10 kali), dan Esensi Psikologi Abnormal.


Sejumlah ahli lain di berbagai belahan dunia, juga memaparkan teori mereka tentang kecemasan pada masa pensiun, contohnya melalui penelitian di  Amerika, Kanada, Nigeria, dan Indonesia.  Kecemasan ini bisa timbul karena banyak perusahaan tidak atau belum optimal dalam mempersiapkan karyawannya yang akan pensiun dalam satu sampai lima tahun ke depannya.


Kecemasan ringan, memang bisa membuat kita lebih hati-hati. Kecemasan ringan, juga membuat kita lebih teliti. Kecemasan ringan juga membuat kita lebih waspada, terhadap keadaan di sekeliling kita.


Namun apabila tidak ditangani, kecemasan ringan bisa berkembang menjadi kecemasan sedang, yang menimbulkan sejumlah gejala yang mengganggu pada pekerjaan kita sehari-hari. Bahkan, kecemasan bisa menimbulkan hilang konsentrasi.


Pada tahap yang lebih buruk, kecemasan sedang dapat menimbulkan sejumlah gejala fisik. Bahkan bisa memicu sejumlah gangguan dalam keseharian, seperti sakit kepala, sering berkeringat, dan lain sebagainya.


Apabila kecemasan sedang berkembang menjadi kecemasan berat, bisa memicu berbagai reaksi tubuh dan menimbulkan sejumlah gangguan yang dirasa sebagai penyakit fisik oleh seseorang. Padahal, pemicu sakitnya saat diteliti kemudian tidak terdeteksi. Kondisi ini dinamakan Psikosomatis, dimana fisik kita menjadi sakit akibat kecemasan.


Mengingat efeknya yang bisa menyebar ke berbagai hal, penting untuk kita memiliki bekal untuk memupus kecemasan yang dirasakan. Terutama bila kecemasan terjadi pada usia menjelang pensiun atau setelah pensiun. Karena, bisa memicu berbagai gejala penyakit, dan menurunkan tingkat produktivitas seseorang. Secara umum, kondisi seseorang yang sering sakit bisa menurunkan performa kerjanya, bahkan menurunkan performa kerja tim atau bagian di tempatnya bekerja.


Bagaimana cara menangani kecemasan ini? 

Pertama, kita harus mengukur terlebih dahulu, sejauh mana kecemasan tersebut telah berkembang, dan telah berada dalam tahapan apa. Setelah seorang individu mengetahuinya dengan menyadari gejala-gejala kecemasan yang muncul, maka tahapan selanjutnya adalah mencari akar kecemasan tersebut, dan memupusnya. Penyebab kecemasan haruslah diatasi. Apakah itu bersama dengan pasangan, atau bisa juga dengan mencari bantuan.


Salah satu bantuan yang ditawarkan oleh ESQ adalah menghadapi kecemasan dengan cara mengembangkan kecerdasan Emosional dan kecerdasan Spiritual, agar bisa menghadapi masalah apapun. Bahkan, bekal kecerdasan Emosional dan Spiritual ini, bisa membantu anda dalam menghadapi kecemasan lain yang mungkin terjadi, sebelum terjadinya.
Kecerdasan Emosional dan Spiritual ini akan menjadi semacam tameng penguat. Yang berfungsi untuk mengendalikan emosi kita, sehingga tidak terbawa larut dalam suatu masalah.


Seperti yang dikemukakan oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, pendiri ESQ, bahwa bila suatu masalah dijiwai, maka ia akan membesar, dan semua hal akan terlihat sebagai masalah. Sementara bila kita sudah bisa mengoperasikan kecerdasan kita diatas masalah, maka masalah apapun yang timbul, akan bisa kita hadapi.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai masa persiapan pensiun yang bisa anda lakukan, kunjungi website kami di : esqmpp.com hubungi kami di : esqmpp@gmail.com atau via telepon ke 0856-9311-9026 (gina). 


Untuk langsung mengikuti Training Publik kami yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Januari 2017, amankan kursi anda saat ini juga. Hubungi kami sekarang ya..!

Kamis, 12 Januari 2017

Dubes Arab Saudi dan Ary Ginanjar Saling Mendukung



Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia H.E. Mr. Osamh Muhammed A. Alshuibi bersilaturrahim ke ESQ di Menara 165, Kamis (12/01). Kedatangan wakil pemerintah Arab Saudi di Indonesia tersebut disambut langsung oleh founder ESQ Ary Ginanjar Agustian di ruang kerjanya. Keduanya berbincang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala lewat nama-nama Allah dalam Asmaul Husna.


Ary menyampaikan bahwa bahkan dengan mengamalkan Asmaul Husna, pasukan khusus kepolisian Republik Indonesia yang pada saat terjadi demo besar-besaran dalam Aksi Bela Islam baru-baru ini, mampu menyatu dengan para jamaah demo Bela Islam. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Dia juga menyampaikan bahwa Menara 165 memiliki Masjid Tertinggi dengan bertuliskan lafadz Allah pada kubah yang terletak di puncak gedung tersebut. “As Moslems in Indonesia, we are now have a highest Mosque which located on the top floor of this building Menara 165,” ujar Ary yang disambut bangga oleh Duta Besar Arab Saudi.


Pada kesempatan itu dubes Arab Saudi menyatakan kebahagiaannya bertemu dengan Ary Ginanjar Agustian. Dia mengatakan bahwa sudah menyukainya bahkan sebelum bertemu dengan Ary sore ini. “I like him before I see him. He care a lot of Islam dan Asma Allah. Anda we have something in common to work together. And the Saudian and Indonesian relationship is very good. The Saudian like to come to Indonesia especially for the tourism,” terangnya kepada ESQ-News.com & ESQ Life Magazine.


Saat dia mengetahui bahwa salah satu anak perusahaan ESQ Group yaitu ESQ Tours & Travel yang baru saja meraih predikat World Best Hajj & Umrah Operator di WHTA 2016, dia mengatakan bahwa hal tersebut tentu sangat membanggakan. Duta besar Arab Saudi juga mengatakan dalam bahasa Inggris bahwa mereka akan mendukung ESQ Tours & Travel selama mereka mengikuti aturan dan jujur kepada para jamaahnya.


Silaturrahim sore tersebut diakhiri dengan pemberian cendera mata antara Kedutaan Besar Arab saudi untuk Indonesia dengan ESQ yang disampaikan oleh keduanya.

Selasa, 10 Januari 2017

Modal Terpenting untuk Persiapan Pensiun

Untuk mengetahui informasi yang lengkap dari Konsultan Pensiun, mungkin membutuhkan banyak waktu dan dana yang harus diberikan dengan tidak cuma-cuma. Untuk itu, Kami sebagai Konsultan Pensiun terbesar se-Indonesia, memberikan berbagai informasi gratis kepada para calon purnabhakti dari berbagai Instansi dan Perusahaan di Indonesia. Salah satunya melalui artikel berikut ini : 




Apa Modal Terpenting untuk Persiapan Pensiun?


Banyak orang tidak melakukan Persiapan Pensiun. Padahal, kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa selamanya bekerja untuk mencari nafkah. Akan tiba saat-saat dimana kita akan mudah lelah, mudah sakit, dan fisik kita sudah berkurang fitalitasnya, sehingga aktivitas dan mobilitas kita menjadi terbatas. Karena itu, Persiapan Pensiun HARUS dilakukan. Dan yang lebih utama lagi, lebih bagus lagi adalah : melakukan Persiapan Pensiun sejak muda, sejak usia kita masih berjarak 20 tahun dari Masa Pensiun yang akan tiba.

Apa Modal Terpenting yang harus kita ambil untuk Persiapan Pensiun kita? Yang terpenting untuk Persiapan Pensiun adalah diri kita. Banyak dari kita, membangun Persiapan Pensiun dengan menyiapkan harta; menabung saham, menabung emas, membeli sejumlah properti, dan lain sebagainya. Tapi melupakan esensi yang terpenting dari Persiapan Pensiun, yaitu...


Ingin tahu selengkapnya? Klik link ini ya : esqmpp.com


Untuk informasi dari ESQ MPP sebagai Konsultan Pensiun terbesar seIndonesia, 

hubungi kami via email ; esqmpp@gmail.com 
atau telepon kami di 021 - 2940- 6969 ext. 174 
atau no. HP : 0856 - 9311 - 9026 (Gina Al ilmi)

Liputan Training ESQ MPP di Majalah Krakatau Steel Group (KSG)



Sebagai Konsultan Pensiun yang Terpercaya, sejumlah Acara Pelatihan ESQ Masa Persiapan Pensiun telah diadakan bersama dengan PT Krakatau Steel Group. Salah satu diantaranya dilaksanakan pada tanggal 14-17 November 2016, di Bandung. Berikut ini kami mengutip hasil Liputan dari Majalah KSG (Krakatau Steel Group), Edisi 121, Desember 2016.


“Mengantisipasi kecemasan yang mungkin melanda karyawan, PT KHI Pipe Industries (KHI) bertindak sebagai koordinator bersama dengan beberapa anak perusahaan di lingkungan Krakatau Steel Group menyelenggarakan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun. Dengan menggandeng ESQ MPP (Masa Persiapan Pensiun), pelatihan dilaksanakan pada 14-17 November 2016 di Travello Hotel, Bandung. ESQ MPP merupakan bagian dari ESQ Leadership Center, dengan fokus pada program pelatihan dan konsultasi yang berhubungan dengan pensiun.

untuk berita lengkapnya, ikuti link di bawah ini ya : esqmpp.com

Untuk informasi dari ESQ MPP sebagai Konsultan Pensiun terbesar seIndonesia, 
hubungi kami via email ; esqmpp@gmail.com 
atau telepon kami di 021 - 2940- 6969 ext. 174 
atau no.hp : 0856 - 9311 - 9026 (Gina Al ilmi) 

Senin, 09 Januari 2017

Usaha Pensiun Sukses : Pensiun Dini dari IBM lalu Bisnis Tanaman Organik

Pensiun, bisa diambil di usia kapan saja. Kita yang menentukan waktu yang tepat untuk memulai pensiun. Namun, apakah kita sudah melakukan persiapan yang cukup untuk itu? Kisah di bawah ini bisa menginspirasi kita. Dari seorang pensiunan IBM yang memulai usaha tanaman organik kecil-kecilan hingga berkembang menjadi 2 lokasi farm yang berbeda, di Bandung.


Pak Suparwan, semula adalah seorang Ahli komputer yang bekerja di IBM. Kerasnya persaingan karir dan tuntutan kerja yang tinggi, membuatnya memiliki hanya sedikit waktu saja bersama keluarga. Saat usianya diatas 40 tahun, Pak Suparwan melihat bahwa ia banyak kehilangan momen-momen berharga dalam perkembangan anak-anaknya. Kemudian ia pun memutuskan untuk berhenti bekerja.

Minatnya yang tinggi pada tanaman pangan organik, membuatnya merintis usaha FAM Organic di tahun 2009. Usahanya yang dikelola dengan teliti, ternyata memberikan hasil yang sangat besar. Hingga akhirnya, usaha tanaman organik yang dimulainya hanya dari halaman rumah, berhasil berkembang hingga kini memiliki 2 lokasi kebun di daerah Bandung, yaitu di Kawasan Parongpong dan Kawasan Tenjolaya. Omzet FAM Organic hingga saat ini mencapai angka hingga Rp. 30-40 juta per bulan.


untuk lebih lengkapnya, baca di : esqmpp.com 

Rahasia Panjang Umur Dokter Tertua di Dunia : Dr. Shigeaki Hinohara

Bagaimana rencana anda dalam mengisi Masa Persiapan Pensiun? Kisah dari Dokter Tertua di dunia berikut ini, bisa memberi anda inspirasi yang menakjubkan.



Dr. Shigeaki Hinohara bukan dokter biasa. Dia adalah aset nasional Jepang! Lahir tahun 1911, ia berusia 105 pada tahun 2016. Dia mungkin merupakan dokter dan pendidik tertua & terlama di dunia. Dr. Hinohara telah menerbitkan lebih dari 150 buku, salah satunya adalah best-seller “Living Long, Living Good” yang terjual lebih dari 1,2 juta copy.




Ini adalah protokol menyegarkan dari Dr. Hinohara mengenai hidup dengan umur panjang dan bahagia, yang bebeda dari panduan gaya hidup sehat pada umumnya.

1. “Energi berasal terutama dari perasaan yang baik.”

Anak-anak sering bersenang-senang sampai lupa makan atau tidur. Kita harus meniru anak-anak, mudah untuk merasa bahagia, bahkan oleh hal-hal yang kecil. Dari situ, kita punya banyak energi untuk melakukan banyak hal. Have more fun!

2. “Jangan kelebihan berat badan.”

Orang-orang yang berumur panjang tidak kelebihan berat badan. Dr. Hinohara berhati-hati dengan makanannya. Untuk sarapan, dia minum kopi & susu, jus jeruk + 1 (satu) sendok makan minyak zaitun. Ia percaya zaitun sangat bagus untuk arteri & kesehatan kulit. Untuk makan siang ia minum susu dengan beberapa kue atau tidak sama sekali kalau sangat sibuk. Untuk makan malam, ia memilih sayuran, ikan & nasi. Dan 2 (dua) kali seminggu, dia ‘menghadiahkan’ dirinya dengan 100g daging.

untuk lengkapnya, baca seterusnya, disini : esqmpp.com 

Kamis, 24 November 2016

Mengapa Metode ESQ begitu Efektif?


Efektivitas suatu pelatihan, banyak bisa dilihat dari berapa besar dampak yang ditimbulkannya pada perubahan perilaku para pesertanya. Karena, tujuan utama suatu pelatihan adalah untuk pendidikan, yang secara kognitif bermaksud untuk merubah mindset para pesertanya dalam waktu singkat.

Berkembangnya ilmu psikologi membuat pelatihan menjadi semakin kaya. Di dalam pelatihan kemudian digunakan berbagai metode tambahan, yang tidak hanya bersifat kognitif, tapi juga mengaktivasi sisi emosional dari para pesertanya. Hal ini agar penanaman pengetahuan bisa lebih efektif. Karena, suatu perilaku baru bisa diubah dengan melihat komponennya, yaitu komponen A-B-C (Affect-Behavior-Cognitive).

Semakin berkembang, seumlah pelatihan kemudian menggunakan berbagai pendekatan, diantaranya dengan berbagai teknologi multimedia audiovisual. Dengan penggunaan teknologi, efektivitas suatu pelatihan bisa bertambah.

Training-training terhebat di dunia, menggunakan metode multimedia audiovisual secara efektif. Dengan menggunakan soundsystem dengan kekuatan tinggi, dan berbagai teknologi visual seperti penggunaan cahaya laser, video dengan resolusi tinggi, dan sistem layar LED raksasa yang memberikan informasi visual dengan impresi yang mendalam bagi para pesertanya.

Teknologi tinggi yang digunakan oleh para motivator kelas dunia ini, terbukti telah merubah karakter banyak orang di banyak lembaga Negara, institusi pemerintahan, sekolah-sekolah, dan swasta. Hingga kini Training ESQ telah menyentuh hingga 1,5 juta orang di seluruh dunia, dan buku ESQ telah terjual lebih dari 2 juta kopi di seluruh dunia.

Dengan teknologi tinggi yang digunakan, harga yang diberikan oleh ESQ untuk training-trainingnya tergolong murah. Jauh berbeda dengan training-training serupa di luar negeri yang harga tanda masuknya berkali-kali lipatnya.

Mengapa dengan kecanggihan teknologi tersebut Training ESQ masih bisa berjalan dengan harga tiket yang murah? Hal ini karena tujuan dari pendiri Training ESQ yang bersifat Nasionalis. Apa yang dihasilkan semata untuk menjaga keberlangsungan lembaga yang memiliki cita-cita untuk mewujudkan Indonesia Emas.

Mantan Atlet Nasional yang menyabet medali Perak PON di cabang Karate tahun 1989 yang kemudian mendirikan lembaga ESQ, menegaskan idealisme Kejayaan Nasional ini pada para karyawannya, sesering mungkin.


Sebagai seseorang yang terbiasa menempa diri secara fisik dan mental, Ary Ginanjar Agustian kemudian menuliskan buku pengembangan kecerdasan Emosi dan Spiritual sebagai hasil dari pencarian jati diri dan rahasia kesuksesannya sebagai pengusaha besar di Bali. Buku yang mengambil akar spiritual dari fondasi rohani yang dibahasakan dengan konsep manajemen ini, telah memikat hati para ahli SDM di lebih dari 6000 perusahaan di seluruh dunia. 

Rabu, 23 November 2016

Mental Blok secara Sains?



Mental Blok adalah halangan yang sifatnya psikologis - kognitif (cognitive barrier). Halangan kognitif ini membuat seseorang merasa berat saat akan melakukan sesuatu yang sifatnya baik. Mental blok juga menghalangi seseorang dari mengambil berbagai keputusan yang akan menguntungkan bagi diri kita. Mental Blok yang bersifat internal ini, membuat seseorang merasa takut saat akan melakukan sesuatu yang baru.

Mental Blok ini juga menimbulkan tumbuhnya berbagai kecemasan dan negativitas. Mental Blok ini membuat pengendalian perilaku dan pengendalian emosi tidak berjalan dengan baik. Mental Blok ini juga membuat sikap kita menjadi buruk terhadap orang lain, yang mungkin tidak memiliki kesalahan pada kita.

Mental Blok bisa berasal dari berbagai sumber. Dari apa yang kita lihat atau baca. Dari persepsi kita yang tidak utuh. Dari pengalaman kita sebelumnya. Dari pengalaman orang lain yang dituturkan kepada kita. Seringnya, pengalaman negatif-lah yang disebarkan oleh orang lain. Yang menyebabkan banyak dari kita memiliki ketakutan untuk melakukan suatu hal yang baru. Yang membuat kita takut gagal.

Lalu bagaimana cara untuk meruntuhkan mental blok dan merubah negativitas?

Kecerdasan emosi ala barat semata, tidak bisa dengan mudah membuat kita bisa bangkit dari negativitas dan kemudian bisa menjadi orang yang lebih positif dan baik. Di dalam elemen kecerdasan emosi yang dikemukakan oleh Salovey dari Harvard University di tahun 1990, hanya merumuskan 5 komponen saja, yaitu :
-          Kemampuan mengenali emosi diri
-          Kemampuan mengenali emosi orang lain
-          Kemampuan memotivasi diri
-          Kemampuan mengelola emosi diri
-          Kemampuan membina hubungan yang baik dengan orang lain.

Namun, lapangan kehidupan tidak hanya terdiri dari sesuatu yang sifatnya emosional semata. Bahkan bila dikatakan bahwa kecerdasan emosi berpengaruh pada 80% dari kesuksesan seseorang.

Ada sejumlah hal yang masih kurang dalam konsep kecerdasan emosi ala barat. Diantaranya adalah; tidak adanya komponen norma atau nilai, di dalam komponen kecerdasan emosi. Bila kita hanya mengikuti teori barat ini saja dalam hal pengembangan karakter, maka anak-anak kita tidak akan memiliki batasan perilaku. Asalkan tidak menyinggung orang lain, suatu perbuatan, yang melanggar nilai sekalipun, akan dianggap biasa dan dimaklumi.

Terbatasnya kecerdasan emosi hanya dalam 5 komponen diatas itu pun, tidak mengajarkan sifat etis,  etika, dan humanisme. Misalnya; yang masuk dalam ethics adalah sifat tolong menolong. Karena komponen tersebut tidak termasuk dalam ranah kecerdasan emosi, maka sifat kemanusiaan kita sebagai satu umat pun tergerus. Banyak diantara kita yang tidak lagi sedih atau trenyuh melihat penderitaan korban perang atau korban bencana alam. Mengapa? Karena di dalam komponen emosi cerdas tersebut, yang ada *hanya unsur Empati, unsur memahami saja*. Dan bukanlah unsur simpati, untuk saling merasakan penderitaan orang lain, dan kemudian membantunya.

Keringnya makna dalam teori kecerdasan emosi ala barat ini, membuat masyarakat kita, yang menerima kebanyakan informasi dari barat, menjadi sakit secara spiritual, atau menderita spiritual pathology.

Tak adanya norma dalam elemen kecerdasan emosi ini pun, membuat lebih banyak pelanggaran sosial dan moral tersebar di masyarakat. Dan bahayanya lagi, paham kecerdasan emosi inilah yang diambil oleh banyak intelektual dunia yang kini menjadi pengambil keputusan, di tingkat nasional, lokal, dan global. Dan ini mengakibatkan, negativitas terus tersirkulasi secara luas melalui berbagai media.

Bahkan, karena pemahaman kecerdasan emosi yang salah kaprah ini, kampanye kemanusiaan yang menggunakan foto-foto korban pun kemudian harus menerima berbagai tuduhan keji sebagai penyebar propaganda, yang akhirnya melestarikan genosida satu umat yang hingga hari ini masih terus terjadi, di Syiria dan Myanmar.

Bahkan banyak dari umat yang hingga saat ini diam dan tidak melakukan apa-apa. Karena kecerdasan emosi kita dibatasi hanya pada batas empati, dan bukan simpati. Hati kita pun di-blok dari upaya menolong.

Ikuti ulasan Mental Blok dalam Edisi berikutnya.



Selasa, 22 November 2016

Kecemasan bisa Menyebabkan Apa Saja?


Menurut Prof David Sue (2010), kecemasan adalah emosi dasar manusia yang menghasilkan reaksi tubuh yang mempersiapkan kita untuk menghadapi atau menghindari suatu masalah. Kecemasan adalah hal yang terjadi sebelum suatu kejadian atau situasi terjadi.

Prof David Sue adalah seorang Professor Emeritus dalam bidang Psikologi di Western Washington University. Disana ia menjabat sebagai direktur untuk Klinik Psikologi Konseling dan untuk Program Konseling Kesehatan Mental. Ia juga seorang associate untuk Pusat Penelitian Lintas Budaya di Western Washington University. David dan istrinya, Diane M. Sue, telah menulis bersama buku Dasar-dasar Konseling dan Psikoterapi : Praktek berbasis fakta untuk Lingkungan yang Beragam. Juga buku-buku lain seperti Memahami Psikologi Abnormal (diterbitkan 10 kali), dan Esensi Psikologi Abnormal.

Sejumlah ahli lain di berbagai belahan dunia, juga memaparkan teori mereka tentang kecemasan pada masa pensiun, contohnya melalui penelitian di  Amerika, Kanada, Nigeria, dan Indonesia.  Kecemasan ini bisa timbul karena banyak perusahaan tidak atau belum optimal dalam mempersiapkan karyawannya yang akan pensiun dalam satu sampai lima tahun ke depannya.

           Kecemasan ringan, memang bisa membuat kita lebih hati-hati. Kecemasan ringan, juga membuat kita lebih teliti. Kecemasan ringan juga membuat kita lebih waspada, terhadap keadaan di sekeliling kita.

          Namun apabila tidak ditangani, kecemasan ringan bisa berkembang menjadi kecemasan sedang, yang menimbulkan sejumlah gejala yang mengganggu pada pekerjaan kita sehari-hari. Bahkan, kecemasan bisa menimbulkan hilang konsentrasi.

Pada tahap yang lebih buruk, kecemasan sedang dapat menimbulkan sejumlah gejala fisik. Bahkan bisa memicu sejumlah gangguan dalam keseharian, seperti sakit kepala, sering berkeringat, dan lain sebagainya.

Apabila kecemasan sedang berkembang menjadi kecemasan berat, bisa memicu berbagai reaksi tubuh dan menimbulkan sejumlah gangguan yang dirasa sebagai penyakit fisik oleh seseorang. Padahal, pemicu sakitnya saat diteliti kemudian tidak terdeteksi. Kondisi ini dinamakan Psikosomatis, dimana fisik kita menjadi sakit akibat kecemasan.

Mengingat efeknya yang bisa menyebar ke berbagai hal, penting untuk kita memiliki bekal untuk memupus kecemasan yang dirasakan. Terutama bila kecemasan terjadi pada usia menjelang pensiun atau setelah pensiun. Karena, bisa memicu berbagai gejala penyakit, dan menurunkan tingkat produktivitas seseorang. Secara umum, kondisi seseorang yang sering sakit bisa menurunkan performa kerjanya, bahkan menurunkan performa kerja tim atau bagian di tempatnya bekerja.

Bagaimana cara menangani kecemasan ini? Pertama, kita harus mengukur terlebih dahulu, sejauh mana kecemasan tersebut telah berkembang, dan telah berada dalam tahapan apa. Setelah seorang individu mengetahuinya dengan menyadari gejala-gejala kecemasan yang muncul, maka tahapan selanjutnya adalah mencari akar kecemasan tersebut, dan memupusnya. Penyebab kecemasan haruslah diatasi. Apakah itu bersama dengan pasangan, atau bisa juga dengan mencari bantuan.

Salah satu bantuan yang ditawarkan oleh ESQ adalah menghadapi kecemasan dengan cara mengembangkan kecerdasan Emosional dan kecerdasan Spiritual, agar bisa menghadapi masalah apapun. Bahkan, bekal kecerdasan Emosional dan Spiritual ini, bisa membantu anda dalam menghadapi kecemasan lain yang mungkin terjadi, sebelum terjadinya.

Kecerdasan Emosional dan Spiritual ini akan menjadi semacam tameng penguat. Yang berfungsi untuk mengendalikan emosi kita, sehingga tidak terbawa larut dalam suatu masalah.

Seperti yang dikemukakan oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, pendiri ESQ, bahwa bila suatu masalah dijiwai, maka ia akan membesar, dan semua hal akan terlihat sebagai masalah. Sementara bila kita sudah bisa mengoperasikan kecerdasan kita diatas masalah, maka masalah apapun yang timbul, akan bisa kita hadapi.


Bagaimana? Ingin mengembangkan Kecerdasan Emosi dan Spiritual anda? Hubungi email kami di esqmpp@gmail.com atau via wa atau telp ke 0856-9311-9026. 

Persoalan Hidup Paling Krusial



Inginkah anda mengetahui apa persoalan hidup yang paling krusial? Orang bisa terkena depresi atau stress, karena berbagai hal seperti pemilihan jodoh, putus cinta, tidak diterima di tempat berkuliah yang diinginkan, tidak kunjung memiliki anak, karir yang mandek, atau masa pensiun yang mendekat.

Prof Dr. Diane E Papalia, Seorang Ahli dalam bidang Psikologi Perkembangan, memaparkan bahwa Pensiun merupakan salah satu diantara persoalan hidup yang paling krusial yang harus dipecahkan seseorang yang menghadapi masa pensiun.

Karena, keputusan pensiun akan mempengaruhi situasi keuangan, kondisi emosional, cara menghabiskan waktu, dan cara mereka berhubungan dengan teman dan keluarga. Kondisi seperti itulah yang menyebabkan timbulnya kecemasan dalam diri individu yang menghadapi masa pensiun.

Kecemasan menghadapi pensiun bisa terjadi pada setiap orang. Padahal, sejatinya yang seharusnya kita lakukan adalah; mempersiapkan diri untuk menghadapi persoalan hidup, sekrusial apapun. Sejatinya, kita memiliki cara atau jalan untuk menghadapi persoalan hidup sesulit apapun.
               
Caranya? Untuk mengatasi kecemasan pensiun, kita bisa mengukur kecemasan tersebut terlebih dahulu, dengan menggunakan Anxiety Rating Scale yang dibuat oleh tim R&D ESQ MPP. ESQ MPP juga menyediakan solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pensiunan, sehingga kecemasan yang dirasakan pun bisa berkurang, yang tadinya cemas berat, menjadi cemas ringan. Caranya adalah dengan mengadakan Training ESQ MPP di tempat anda.


Training ESQ secara umum akan memecahkan masalah kecemasan yang datang dari 7 core stressor yang menjadi mental blok dari seseorang dalam mencapai kesuksesan. Sementara, ESQ MPP merupakan Training ESQ yang khusus diciptakan untuk membantu persoalan seputar Persiapan Pensiun seseorang. Ingin tahu lebih lanjut mengenai Training ESQ atau Training ESQ MPP? Kirim permasalahan anda ke gina.al.ilmi@gmail.com atau hubungi 0856-9311-9026 untuk mendapatkan solusinya. 

Rabu, 16 November 2016

Mantapnya Performa Kerja Karyawan Senior







            Pernahkah anda memperhatikan, bagaimana prestasi dan performa kerja, pada karyawan anda, di masa Senior mereka? Dari sejumlah penelitian yang kami lakukan, berikut ini paparan yang bisa kami susun :
         Denney dan Palmer (1981, dalam Johnson, 2005) mengungkapkan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi masalah secara praktis, meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan mencapai puncaknya pada umur 40 hingga 50 tahun, dan menurun setelah lewat usia 50 tahun. 

          Penelitian Cornelius dan Caspi (1987) menunjukkan hal yang lebih baik lagi yaitu bahwa performa seseorang dalam mengatasi masalah sehari-hari makin meningkat seiring dengan meningkatnya intelegensi sebagai hasil kristalisasi dari pengalaman hidup seseorang, hingga ke usia 70an, dan menurun setelahnya
             
           Penelitian yang dilakukan oleh Marshall & Taylor (dalam Johnson, 2005) yang dilakukan melalui survey secara nasional terhadap manager personalia di Inggris selama tahun 1997, menunjukkan bahwa: 
1. Para pekerja dewasa pertengahan lebih dapat diandalkan daripada pekerja yang lebih muda. 
2. Pekerja dewasa pertengahan juga lebih produktif, dan lebih menjanjikan laba dari investasi. 
    
      Penelitian lain yang dilakukan di Inggris oleh Goldstone dan Jones (2001, dalam Johnson, 2005) menunjukkan bahwa pekerja dewasa pertengahan lebih berpengalaman, stabil dan matang dalam pekerjaan mereka.
            
        Sebuah survey yang dilakukan di Inggris oleh Arrowsmith dan Goldrick (1996b dalam Johnson, 2005), mengungkapkan bahwa para manajer lebih memenuhi persyaratan jabatan dibanding pekerja yang lebih muda. 

      Pekerja dewasa pertengahan juga lebih bisa diandalkan untuk pekerjaan yang menghadapi konsumen yang dalam peran ini dibutuhkan kematangan, kehandalan, dan  kehati-hatian.
    
        Hasil-hasil penelitian diatas menunjukkan hal-hal yang positif pada para pekerja yang berusia diatas 40 tahun. Dan hasil ini menunjukkan potensi dari para pekerja berusia dewasa menengah tersebut. Mereka pun memiliki kematangan dalam memegang posisi yang memiliki tanggung jawab yang tinggi dan berat. 

Marshall dan Taylor (dalam Johnson, 2005) menyimpulkan dari berbagai hasil penelitian yang membahas tentang hubungan antara usia dengan performa kerja. Hasilnya membuktikan bahwa usia tidak mempengaruhi performa kerja, dan hasil positif justru menunjukkan adanya kemungkinan korelasi positif antara usia dengan performa kerja seseorang, 

Studi literatur yang dilakukan oleh Marshall dan Taylor (2005) pada penelitian yang dibuat oleh Ferris dan king (1992), menunjukkan bahwa saat produktivitas diukur secara obyektif, performa seseorang meningkat seiring dengan usia. 

Namun karena beberapa faktor yang terjadi pada masa dewasa pertengahan seperti kondisi kesehatan dan berkurangnya kemampuan kognitif, maka para supervisor dari para pekerja dewasa pertengahan menilai ada hubungan yang negatif antara usia dan performa kerja

Secara khusus, Sternberg dan Grigorenko (dalam Johnson 2005) mengutip data dari Williams, Denney dan Schadler yang menunjukkan pertumbuhan kemampuan praktikal seiring dengan bertambahnya usia, walaupun kemampuan akademisnya menurun

           Untuk itulah, sebenarnya para pekerja berusia menengah keatas, sebenarnya memiliki potensi yang tinggi, dan bila tidak dioptimalkan, justru akan terjadi penurunan sebelum tiba waktunya. Untuk itulah, penting untuk para calon pensiunan untuk memperoleh Pelatihan khusus untuk Para Pekerja Senior, agar bisa tetap berprestasi di usia menengah keatas. 
 
Bila kita memberikan Training pada usia yang tepat, kita akan memperbesar kemungkinan untuk mereka mencapai kesuksesan, di masa bekerja, dan pada masa setelah mereka bekerja. Seperti disimpulkan dari berbagai penelitian tersebut, mengenai betapa tingginya potensi yang sebenarnya dimiliki oleh para pekerja yang berusia di atas 40 tahun tersebut. 
          Dan dengan begitu juga memberikan motivasi pada para pekerja yang lebih muda, untuk bekerja dengan loyal dan optimal. Dengan sendirinya, bila performa kerja meningkat, maka target yang ditetapkan oleh perusahaan bisa dicapai dengan baik. Ini tentu akan menjadi prestasi yang baik untuk tim HRD yang menangani perusahaan tersebut. 

         Untuk mengetahui lebih lanjut tentang program MPP 40
hubungi : 

021- 2940 – 6969 (ext) 174 dengan Irna (Telemarketing kami)

Atau menghubungi Sales Leader kami : 

Ririn (0822 9915 3339), 

Mario (0812 1236 6028)
atau dengan Sales Manager kami, 

Tyo (0853 5353 0775).