Selasa, 10 Januari 2017

Liputan Training ESQ MPP di Majalah Krakatau Steel Group (KSG)



Sebagai Konsultan Pensiun yang Terpercaya, sejumlah Acara Pelatihan ESQ Masa Persiapan Pensiun telah diadakan bersama dengan PT Krakatau Steel Group. Salah satu diantaranya dilaksanakan pada tanggal 14-17 November 2016, di Bandung. Berikut ini kami mengutip hasil Liputan dari Majalah KSG (Krakatau Steel Group), Edisi 121, Desember 2016.


“Mengantisipasi kecemasan yang mungkin melanda karyawan, PT KHI Pipe Industries (KHI) bertindak sebagai koordinator bersama dengan beberapa anak perusahaan di lingkungan Krakatau Steel Group menyelenggarakan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun. Dengan menggandeng ESQ MPP (Masa Persiapan Pensiun), pelatihan dilaksanakan pada 14-17 November 2016 di Travello Hotel, Bandung. ESQ MPP merupakan bagian dari ESQ Leadership Center, dengan fokus pada program pelatihan dan konsultasi yang berhubungan dengan pensiun.

untuk berita lengkapnya, ikuti link di bawah ini ya : esqmpp.com

Untuk informasi dari ESQ MPP sebagai Konsultan Pensiun terbesar seIndonesia, 
hubungi kami via email ; esqmpp@gmail.com 
atau telepon kami di 021 - 2940- 6969 ext. 174 
atau no.hp : 0856 - 9311 - 9026 (Gina Al ilmi) 

Senin, 09 Januari 2017

Usaha Pensiun Sukses : Pensiun Dini dari IBM lalu Bisnis Tanaman Organik

Pensiun, bisa diambil di usia kapan saja. Kita yang menentukan waktu yang tepat untuk memulai pensiun. Namun, apakah kita sudah melakukan persiapan yang cukup untuk itu? Kisah di bawah ini bisa menginspirasi kita. Dari seorang pensiunan IBM yang memulai usaha tanaman organik kecil-kecilan hingga berkembang menjadi 2 lokasi farm yang berbeda, di Bandung.


Pak Suparwan, semula adalah seorang Ahli komputer yang bekerja di IBM. Kerasnya persaingan karir dan tuntutan kerja yang tinggi, membuatnya memiliki hanya sedikit waktu saja bersama keluarga. Saat usianya diatas 40 tahun, Pak Suparwan melihat bahwa ia banyak kehilangan momen-momen berharga dalam perkembangan anak-anaknya. Kemudian ia pun memutuskan untuk berhenti bekerja.

Minatnya yang tinggi pada tanaman pangan organik, membuatnya merintis usaha FAM Organic di tahun 2009. Usahanya yang dikelola dengan teliti, ternyata memberikan hasil yang sangat besar. Hingga akhirnya, usaha tanaman organik yang dimulainya hanya dari halaman rumah, berhasil berkembang hingga kini memiliki 2 lokasi kebun di daerah Bandung, yaitu di Kawasan Parongpong dan Kawasan Tenjolaya. Omzet FAM Organic hingga saat ini mencapai angka hingga Rp. 30-40 juta per bulan.


untuk lebih lengkapnya, baca di : esqmpp.com 

Rahasia Panjang Umur Dokter Tertua di Dunia : Dr. Shigeaki Hinohara

Bagaimana rencana anda dalam mengisi Masa Persiapan Pensiun? Kisah dari Dokter Tertua di dunia berikut ini, bisa memberi anda inspirasi yang menakjubkan.



Dr. Shigeaki Hinohara bukan dokter biasa. Dia adalah aset nasional Jepang! Lahir tahun 1911, ia berusia 105 pada tahun 2016. Dia mungkin merupakan dokter dan pendidik tertua & terlama di dunia. Dr. Hinohara telah menerbitkan lebih dari 150 buku, salah satunya adalah best-seller “Living Long, Living Good” yang terjual lebih dari 1,2 juta copy.




Ini adalah protokol menyegarkan dari Dr. Hinohara mengenai hidup dengan umur panjang dan bahagia, yang bebeda dari panduan gaya hidup sehat pada umumnya.

1. “Energi berasal terutama dari perasaan yang baik.”

Anak-anak sering bersenang-senang sampai lupa makan atau tidur. Kita harus meniru anak-anak, mudah untuk merasa bahagia, bahkan oleh hal-hal yang kecil. Dari situ, kita punya banyak energi untuk melakukan banyak hal. Have more fun!

2. “Jangan kelebihan berat badan.”

Orang-orang yang berumur panjang tidak kelebihan berat badan. Dr. Hinohara berhati-hati dengan makanannya. Untuk sarapan, dia minum kopi & susu, jus jeruk + 1 (satu) sendok makan minyak zaitun. Ia percaya zaitun sangat bagus untuk arteri & kesehatan kulit. Untuk makan siang ia minum susu dengan beberapa kue atau tidak sama sekali kalau sangat sibuk. Untuk makan malam, ia memilih sayuran, ikan & nasi. Dan 2 (dua) kali seminggu, dia ‘menghadiahkan’ dirinya dengan 100g daging.

untuk lengkapnya, baca seterusnya, disini : esqmpp.com 

Kamis, 24 November 2016

Mengapa Metode ESQ begitu Efektif?


Efektivitas suatu pelatihan, banyak bisa dilihat dari berapa besar dampak yang ditimbulkannya pada perubahan perilaku para pesertanya. Karena, tujuan utama suatu pelatihan adalah untuk pendidikan, yang secara kognitif bermaksud untuk merubah mindset para pesertanya dalam waktu singkat.

Berkembangnya ilmu psikologi membuat pelatihan menjadi semakin kaya. Di dalam pelatihan kemudian digunakan berbagai metode tambahan, yang tidak hanya bersifat kognitif, tapi juga mengaktivasi sisi emosional dari para pesertanya. Hal ini agar penanaman pengetahuan bisa lebih efektif. Karena, suatu perilaku baru bisa diubah dengan melihat komponennya, yaitu komponen A-B-C (Affect-Behavior-Cognitive).

Semakin berkembang, seumlah pelatihan kemudian menggunakan berbagai pendekatan, diantaranya dengan berbagai teknologi multimedia audiovisual. Dengan penggunaan teknologi, efektivitas suatu pelatihan bisa bertambah.

Training-training terhebat di dunia, menggunakan metode multimedia audiovisual secara efektif. Dengan menggunakan soundsystem dengan kekuatan tinggi, dan berbagai teknologi visual seperti penggunaan cahaya laser, video dengan resolusi tinggi, dan sistem layar LED raksasa yang memberikan informasi visual dengan impresi yang mendalam bagi para pesertanya.

Teknologi tinggi yang digunakan oleh para motivator kelas dunia ini, terbukti telah merubah karakter banyak orang di banyak lembaga Negara, institusi pemerintahan, sekolah-sekolah, dan swasta. Hingga kini Training ESQ telah menyentuh hingga 1,5 juta orang di seluruh dunia, dan buku ESQ telah terjual lebih dari 2 juta kopi di seluruh dunia.

Dengan teknologi tinggi yang digunakan, harga yang diberikan oleh ESQ untuk training-trainingnya tergolong murah. Jauh berbeda dengan training-training serupa di luar negeri yang harga tanda masuknya berkali-kali lipatnya.

Mengapa dengan kecanggihan teknologi tersebut Training ESQ masih bisa berjalan dengan harga tiket yang murah? Hal ini karena tujuan dari pendiri Training ESQ yang bersifat Nasionalis. Apa yang dihasilkan semata untuk menjaga keberlangsungan lembaga yang memiliki cita-cita untuk mewujudkan Indonesia Emas.

Mantan Atlet Nasional yang menyabet medali Perak PON di cabang Karate tahun 1989 yang kemudian mendirikan lembaga ESQ, menegaskan idealisme Kejayaan Nasional ini pada para karyawannya, sesering mungkin.


Sebagai seseorang yang terbiasa menempa diri secara fisik dan mental, Ary Ginanjar Agustian kemudian menuliskan buku pengembangan kecerdasan Emosi dan Spiritual sebagai hasil dari pencarian jati diri dan rahasia kesuksesannya sebagai pengusaha besar di Bali. Buku yang mengambil akar spiritual dari fondasi rohani yang dibahasakan dengan konsep manajemen ini, telah memikat hati para ahli SDM di lebih dari 6000 perusahaan di seluruh dunia. 

Rabu, 23 November 2016

Mental Blok secara Sains?



Mental Blok adalah halangan yang sifatnya psikologis - kognitif (cognitive barrier). Halangan kognitif ini membuat seseorang merasa berat saat akan melakukan sesuatu yang sifatnya baik. Mental blok juga menghalangi seseorang dari mengambil berbagai keputusan yang akan menguntungkan bagi diri kita. Mental Blok yang bersifat internal ini, membuat seseorang merasa takut saat akan melakukan sesuatu yang baru.

Mental Blok ini juga menimbulkan tumbuhnya berbagai kecemasan dan negativitas. Mental Blok ini membuat pengendalian perilaku dan pengendalian emosi tidak berjalan dengan baik. Mental Blok ini juga membuat sikap kita menjadi buruk terhadap orang lain, yang mungkin tidak memiliki kesalahan pada kita.

Mental Blok bisa berasal dari berbagai sumber. Dari apa yang kita lihat atau baca. Dari persepsi kita yang tidak utuh. Dari pengalaman kita sebelumnya. Dari pengalaman orang lain yang dituturkan kepada kita. Seringnya, pengalaman negatif-lah yang disebarkan oleh orang lain. Yang menyebabkan banyak dari kita memiliki ketakutan untuk melakukan suatu hal yang baru. Yang membuat kita takut gagal.

Lalu bagaimana cara untuk meruntuhkan mental blok dan merubah negativitas?

Kecerdasan emosi ala barat semata, tidak bisa dengan mudah membuat kita bisa bangkit dari negativitas dan kemudian bisa menjadi orang yang lebih positif dan baik. Di dalam elemen kecerdasan emosi yang dikemukakan oleh Salovey dari Harvard University di tahun 1990, hanya merumuskan 5 komponen saja, yaitu :
-          Kemampuan mengenali emosi diri
-          Kemampuan mengenali emosi orang lain
-          Kemampuan memotivasi diri
-          Kemampuan mengelola emosi diri
-          Kemampuan membina hubungan yang baik dengan orang lain.

Namun, lapangan kehidupan tidak hanya terdiri dari sesuatu yang sifatnya emosional semata. Bahkan bila dikatakan bahwa kecerdasan emosi berpengaruh pada 80% dari kesuksesan seseorang.

Ada sejumlah hal yang masih kurang dalam konsep kecerdasan emosi ala barat. Diantaranya adalah; tidak adanya komponen norma atau nilai, di dalam komponen kecerdasan emosi. Bila kita hanya mengikuti teori barat ini saja dalam hal pengembangan karakter, maka anak-anak kita tidak akan memiliki batasan perilaku. Asalkan tidak menyinggung orang lain, suatu perbuatan, yang melanggar nilai sekalipun, akan dianggap biasa dan dimaklumi.

Terbatasnya kecerdasan emosi hanya dalam 5 komponen diatas itu pun, tidak mengajarkan sifat etis,  etika, dan humanisme. Misalnya; yang masuk dalam ethics adalah sifat tolong menolong. Karena komponen tersebut tidak termasuk dalam ranah kecerdasan emosi, maka sifat kemanusiaan kita sebagai satu umat pun tergerus. Banyak diantara kita yang tidak lagi sedih atau trenyuh melihat penderitaan korban perang atau korban bencana alam. Mengapa? Karena di dalam komponen emosi cerdas tersebut, yang ada *hanya unsur Empati, unsur memahami saja*. Dan bukanlah unsur simpati, untuk saling merasakan penderitaan orang lain, dan kemudian membantunya.

Keringnya makna dalam teori kecerdasan emosi ala barat ini, membuat masyarakat kita, yang menerima kebanyakan informasi dari barat, menjadi sakit secara spiritual, atau menderita spiritual pathology.

Tak adanya norma dalam elemen kecerdasan emosi ini pun, membuat lebih banyak pelanggaran sosial dan moral tersebar di masyarakat. Dan bahayanya lagi, paham kecerdasan emosi inilah yang diambil oleh banyak intelektual dunia yang kini menjadi pengambil keputusan, di tingkat nasional, lokal, dan global. Dan ini mengakibatkan, negativitas terus tersirkulasi secara luas melalui berbagai media.

Bahkan, karena pemahaman kecerdasan emosi yang salah kaprah ini, kampanye kemanusiaan yang menggunakan foto-foto korban pun kemudian harus menerima berbagai tuduhan keji sebagai penyebar propaganda, yang akhirnya melestarikan genosida satu umat yang hingga hari ini masih terus terjadi, di Syiria dan Myanmar.

Bahkan banyak dari umat yang hingga saat ini diam dan tidak melakukan apa-apa. Karena kecerdasan emosi kita dibatasi hanya pada batas empati, dan bukan simpati. Hati kita pun di-blok dari upaya menolong.

Ikuti ulasan Mental Blok dalam Edisi berikutnya.



Selasa, 22 November 2016

Kecemasan bisa Menyebabkan Apa Saja?


Menurut Prof David Sue (2010), kecemasan adalah emosi dasar manusia yang menghasilkan reaksi tubuh yang mempersiapkan kita untuk menghadapi atau menghindari suatu masalah. Kecemasan adalah hal yang terjadi sebelum suatu kejadian atau situasi terjadi.

Prof David Sue adalah seorang Professor Emeritus dalam bidang Psikologi di Western Washington University. Disana ia menjabat sebagai direktur untuk Klinik Psikologi Konseling dan untuk Program Konseling Kesehatan Mental. Ia juga seorang associate untuk Pusat Penelitian Lintas Budaya di Western Washington University. David dan istrinya, Diane M. Sue, telah menulis bersama buku Dasar-dasar Konseling dan Psikoterapi : Praktek berbasis fakta untuk Lingkungan yang Beragam. Juga buku-buku lain seperti Memahami Psikologi Abnormal (diterbitkan 10 kali), dan Esensi Psikologi Abnormal.

Sejumlah ahli lain di berbagai belahan dunia, juga memaparkan teori mereka tentang kecemasan pada masa pensiun, contohnya melalui penelitian di  Amerika, Kanada, Nigeria, dan Indonesia.  Kecemasan ini bisa timbul karena banyak perusahaan tidak atau belum optimal dalam mempersiapkan karyawannya yang akan pensiun dalam satu sampai lima tahun ke depannya.

           Kecemasan ringan, memang bisa membuat kita lebih hati-hati. Kecemasan ringan, juga membuat kita lebih teliti. Kecemasan ringan juga membuat kita lebih waspada, terhadap keadaan di sekeliling kita.

          Namun apabila tidak ditangani, kecemasan ringan bisa berkembang menjadi kecemasan sedang, yang menimbulkan sejumlah gejala yang mengganggu pada pekerjaan kita sehari-hari. Bahkan, kecemasan bisa menimbulkan hilang konsentrasi.

Pada tahap yang lebih buruk, kecemasan sedang dapat menimbulkan sejumlah gejala fisik. Bahkan bisa memicu sejumlah gangguan dalam keseharian, seperti sakit kepala, sering berkeringat, dan lain sebagainya.

Apabila kecemasan sedang berkembang menjadi kecemasan berat, bisa memicu berbagai reaksi tubuh dan menimbulkan sejumlah gangguan yang dirasa sebagai penyakit fisik oleh seseorang. Padahal, pemicu sakitnya saat diteliti kemudian tidak terdeteksi. Kondisi ini dinamakan Psikosomatis, dimana fisik kita menjadi sakit akibat kecemasan.

Mengingat efeknya yang bisa menyebar ke berbagai hal, penting untuk kita memiliki bekal untuk memupus kecemasan yang dirasakan. Terutama bila kecemasan terjadi pada usia menjelang pensiun atau setelah pensiun. Karena, bisa memicu berbagai gejala penyakit, dan menurunkan tingkat produktivitas seseorang. Secara umum, kondisi seseorang yang sering sakit bisa menurunkan performa kerjanya, bahkan menurunkan performa kerja tim atau bagian di tempatnya bekerja.

Bagaimana cara menangani kecemasan ini? Pertama, kita harus mengukur terlebih dahulu, sejauh mana kecemasan tersebut telah berkembang, dan telah berada dalam tahapan apa. Setelah seorang individu mengetahuinya dengan menyadari gejala-gejala kecemasan yang muncul, maka tahapan selanjutnya adalah mencari akar kecemasan tersebut, dan memupusnya. Penyebab kecemasan haruslah diatasi. Apakah itu bersama dengan pasangan, atau bisa juga dengan mencari bantuan.

Salah satu bantuan yang ditawarkan oleh ESQ adalah menghadapi kecemasan dengan cara mengembangkan kecerdasan Emosional dan kecerdasan Spiritual, agar bisa menghadapi masalah apapun. Bahkan, bekal kecerdasan Emosional dan Spiritual ini, bisa membantu anda dalam menghadapi kecemasan lain yang mungkin terjadi, sebelum terjadinya.

Kecerdasan Emosional dan Spiritual ini akan menjadi semacam tameng penguat. Yang berfungsi untuk mengendalikan emosi kita, sehingga tidak terbawa larut dalam suatu masalah.

Seperti yang dikemukakan oleh DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, pendiri ESQ, bahwa bila suatu masalah dijiwai, maka ia akan membesar, dan semua hal akan terlihat sebagai masalah. Sementara bila kita sudah bisa mengoperasikan kecerdasan kita diatas masalah, maka masalah apapun yang timbul, akan bisa kita hadapi.


Bagaimana? Ingin mengembangkan Kecerdasan Emosi dan Spiritual anda? Hubungi email kami di esqmpp@gmail.com atau via wa atau telp ke 0856-9311-9026. 

Persoalan Hidup Paling Krusial



Inginkah anda mengetahui apa persoalan hidup yang paling krusial? Orang bisa terkena depresi atau stress, karena berbagai hal seperti pemilihan jodoh, putus cinta, tidak diterima di tempat berkuliah yang diinginkan, tidak kunjung memiliki anak, karir yang mandek, atau masa pensiun yang mendekat.

Prof Dr. Diane E Papalia, Seorang Ahli dalam bidang Psikologi Perkembangan, memaparkan bahwa Pensiun merupakan salah satu diantara persoalan hidup yang paling krusial yang harus dipecahkan seseorang yang menghadapi masa pensiun.

Karena, keputusan pensiun akan mempengaruhi situasi keuangan, kondisi emosional, cara menghabiskan waktu, dan cara mereka berhubungan dengan teman dan keluarga. Kondisi seperti itulah yang menyebabkan timbulnya kecemasan dalam diri individu yang menghadapi masa pensiun.

Kecemasan menghadapi pensiun bisa terjadi pada setiap orang. Padahal, sejatinya yang seharusnya kita lakukan adalah; mempersiapkan diri untuk menghadapi persoalan hidup, sekrusial apapun. Sejatinya, kita memiliki cara atau jalan untuk menghadapi persoalan hidup sesulit apapun.
               
Caranya? Untuk mengatasi kecemasan pensiun, kita bisa mengukur kecemasan tersebut terlebih dahulu, dengan menggunakan Anxiety Rating Scale yang dibuat oleh tim R&D ESQ MPP. ESQ MPP juga menyediakan solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pensiunan, sehingga kecemasan yang dirasakan pun bisa berkurang, yang tadinya cemas berat, menjadi cemas ringan. Caranya adalah dengan mengadakan Training ESQ MPP di tempat anda.


Training ESQ secara umum akan memecahkan masalah kecemasan yang datang dari 7 core stressor yang menjadi mental blok dari seseorang dalam mencapai kesuksesan. Sementara, ESQ MPP merupakan Training ESQ yang khusus diciptakan untuk membantu persoalan seputar Persiapan Pensiun seseorang. Ingin tahu lebih lanjut mengenai Training ESQ atau Training ESQ MPP? Kirim permasalahan anda ke gina.al.ilmi@gmail.com atau hubungi 0856-9311-9026 untuk mendapatkan solusinya.